Anggota DPR, Nusron Wahid Kritisi Pemberian Penyertaan Modal Negara untuk BNI dan BTN

Abie Moechtar - Sabtu, 10 Juli 2021, 7:32 WIB

Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid. Foto: Oji/ManAnggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid. Foto: Oji/Man

FIXPEKANBARU.COM - Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid mengkritisi upaya Kementerian BUMN yang ingin memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada BNI dan BTN dalam sifatnya untuk pengembangan bisnis. 

Menurutnya, BUMN perbankan merupakan sektor yang paling kokoh dan settle sehingga pemberian PMN kepada perusahaan yang sehat ini dianggap tidak tepat.

Hal tersebut diutarakannya ketika Komisi VI DPR RI melangsungkan rapat dengan Menteri BUMN di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (8/7/2021) lalu.

Baca juga: MUI Riau Imbau Warga di Zona Merah Shalat Idul Adha di Rumah

Selain itu Nusron juga menilai pemberian PMN tersebut dengan dalih pengembangan bisnis sangat tidak sesuai dengan semangat negara saat ini untuk mengatasi pagebluk ini.

“Menurut hemat kami dalam situasi semacam ini sangat kurang pas. Melihat BUMN ini tidak pernah ada subsidi dan proteksi apapun itu adalah BUMMN Perbankan. Nah salah satunya adalah BNI dan BTN. Saya paham betul bagaimana BNI dengan masuknya beberapa orang hebat seperti Komisaris Utama-nya Pak Agus Marto itu mempunya ambisi dan misi,” terangnya.

Politisi Partai Golkar ini pun memberi usulan penguatan BNI dan BTN seperti menempuh jalur right issue dan juga menahan dividen yang seharusnya disetorkan kepada pemegang saham untuk kemudian dijadikan rekapitalisasi tambahan Capital Adequacy Ratio (CAR). Sehingga target Rp40 triliun dividen Kementerian BUMN tahun depan harus dikecualikan kepada BNI dan BTN.

Baca juga: Baru 30 Persen, Diskes Berupaya Kejar Target Vaksinasi 730 Ribu Warga Pekanbaru

Editor: Abie Moechtar

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
Responsive image
sorot