Ini Kata Sekjen API Terkait Kondisi Industri Tekstil yang Kian Kritis Tanpa Kepastian Jaminan Pasar

Abie Moechtar - Kamis, 10 Juni 2021, 14:29 WIB

Ilustrasi/KemenperinIlustrasi/Kemenperin

FIXPEKANBARU.COM - Manufaktur Indonesia mengalami penguatan Purchasing Managers Index (PMI) secara signifikan. Namun, kenaikan PMI belum terjadi pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional sehingga pertumbuhan industri tekstil pada kuartal I/2021 masih terkontraksi 13,28%. 

Tanpa adanya dukungan kebijakan dari pemerintah, sektor strategis yang menyerap tenaga kerja dan penghasil devisa ini akan terus tertekan dalam kondisi kritis hingga sepanjang 2021.

Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman mengatakan meski kondisi sempat membaik di dua bulan pertama tahun 2021, sejak bulan Maret utilisasi industri TPT kembali anjlok yang rata-rata hanya sekitar 55%. 

Baca juga: Huawei Resmikan Pusat Transparansi Keamanan Siber Global dan Perlindungan Privasi Terbesarnya di Tiongkok

Di mana, menurutnya, kondisi pasar dan daya beli yang belum normal akibat tekanan COVID-19 dihantam oleh barang impor yang kembali membanjiri pasar secara masif.

“Untuk itu kami meminta pemerintah untuk segera menerapkan safeguard pakaian jadi yang akan mendorong aktivasi produksi di Industri Kecil Menegah (IKM) sehingga bisa mendorong kinerja seluruh rantai nilai hingga ke hulu (efek domino),” ujar Rizal, Kamis (10/6/2021), di Jakarta. 

Sebagaimana hasil penyelidikan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) yang telah membuktikan bahwa derasnya barang impor ini telah membuat kerugian serius bagi produsen pakaian jadi dalam negeri yang sebagian besar adalah IKM.

Baca juga: Meski Pandemi, Suzuki Sebut Penjualan New Baleno terus Meningkat

Editor: Abie Moechtar

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi