Konvensi Capres NU 2024 Jadi Gizi Demokrasi Kaum Nahdliyyin

Harun - Rabu, 9 Juni 2021, 15:03 WIB

Konveksi Capres NU 2024/istimewaKonveksi Capres NU 2024/istimewa

FIXPEKANBARU.COM - Terlepas dari pro-kontra terhadap kegiatan penjaringan calon presiden/wakil presiden 2024 yang diselenggarakan oleh kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU) melalui Tim Sembilan, pelaksanaan konvensi ini terus menggelinding, bahkan mendapat respon masyarakat, serta membangkitkan semangat bagi kader nahdliyyin untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024.

"Justru kami banyak mendapatkan support dari akademisi NU dan para tokoh Nahdliyyin di berbagai daerah dan luar negeri, apalagi ini sebuah kreatifitas," kata Anggota Tim Sembilan Konvensi Capres NU 2024, Amsar Dulmanan, kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.

Lebih lanjut Amsar menjelaskan konvensi ini adalah perwujudan dari prinsip kebebasan berpendapat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD), juga merupakan penguatan proses demokratisasi dan pemberdayaan civil society di Indonesia.

Baca juga: Tangani Covid-19, Muhammadiyah Sebut Telah Gelontorkan Lebih dari Rp 346 Miliar

Menurut Dosen UNISNU Jakarta itu, forum perhelatan virtual untuk menjaring aspirasi publik yang menyangkut sosok calon presiden/wakil presiden RI 2024 itu menjadi salah satu forum edukasi politik bagi masyarakat bawah, khususnya warga NU. Dengan sistem inilah, asas kepantasan dan kepatutan tokoh NU untuk ditawarkan menjadi pemimpin nasional itu benar-benar muncul dari bawah.

Editor: Harun

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi