Prof Khairunnas Sebut Pemerintah Sudah Lakukan yang Terbaik, Tak Ada Alasan untuk Radikalisme

Uploader | Harun - Sabtu, 3 April 2021, 13:09 WIB

Guru Besar UIN Suska Riau, Prof Khairunnas RajabGuru Besar UIN Suska Riau, Prof Khairunnas Rajab

PEKANBARU, FIXPEKANBARU.COM - Aksi radikalisme dan intoleransi yang terjadi selama ini bukan cerminan sikap orang yang beragama dan berbangsa. Sebab, dalam agama apa pun tidak ada anjuran melakukan aksi terorisme. Demikian juga dalam berkebangsaan, tidak ada ajakan melakukan aksi radikalisme dan terorisme kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar UIN Suska Riau, Profesor Khairunnas Rajab pada seminar internasional 'Kristalisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Menghadapi Radikalisme' yang ditaja Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Riau pada Jumat 2 April 2021.

"Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW adalah prototipe yang punya karakter dan kepribadian Amanah, Shiddiq, Fathonah dan Tabligh. Jika melihat karakter tersebut, maka tidak ada muncul apa yang disebut sebagai radikal, teroris, dan sikap intoleran," ujar guru besar dalam bidang psikoterapi Islam ini.

Baca juga: Ikuti PKL GP Ansor Riau, Sejumlah Dosen UIN Jadi Garda Terdepan Mengawal Moderasi Beragama

Dikatakannya lagi, semua yang diajarkan Nabi Muhammad merupakan cerminan sikap moderasi yang menghargai siapa pun untuk kepentingan dunia dan akhirat.

"Rasulullah memberikan penghargaan, perlindungan, pengawasan dan keamanan terhadap siapa pun. Dan langkah ini juga diikut oleh kalifah Umar bin Khattab. Jadi tidak ada dalil dan contoh yang menyarankan aksi teroris dalam Islam," tegas cucu pendiri Masjid Jami' Air Tiris ini.

Dilanjutkannya, dalam berbangsa juga begitu. Radikalisme itu dilakukan saat para pejuang negara merebut kemerdekaan. "Namun setelah Indonesia merdeka, tidak ada lagi alasan untuk radikalisme," tegasnya.

Dikatakan Khairunnas, tidak ada pemerintah yang ingin melakukan kedzoliman kepada masyarakatnya. 

Editor: Harun

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi